Anti Hoax

Benarkah Bernapas dengan Mulut Tidak Baik untuk Kesehatan?

Situsehat - Bernapas lewat mulut atau hidung? Meski udah otomatis bernapas tanpa ada perintah tetapi perlu disadari ada konsekuensi kesehatan yang serius terkait pola pernapasan. Pola pernapasan yang dianjurkan melalui hidung bukan melalui mulut. Namun, seringkali malah sering bernapas melalui mulut dan menimbulkan masalah kesehatan. 

Saat tertentu kita bernapas lewat mulut karena panik, kaget, dan sebagainya tetapi tidak cukup banyak oksigen yang didapatkan. Benarkah bernapas melalui mulut enggak baik untuk kesehatan? Bernapas dengan mulut dapat mengganggu mekanisme alami tubuhmu sekaligus menyebabkan beragam masalah kesehatan yang tak bisa disepelekan. 

Saat bernapas melalui hidung, udara yang masuk langsung tersaring di dalam rongga hidung. Bulu-bulu pada hidung berperan menetralisir serta menyaring udara yang masuk. Hidung merupakan pertahanan pertama untuk menyaring debu, bakteri, virus, maupun polutan di udara. Bernapas dengan mulut meski berlangsung secara alami akan menyebabkan udara kotor langsung masuk tanpa tersaring. Misalnya udara yang tercampur debu langsung masuk ke paru-paru.

Fyi, cara kita bernapas rupanya mempengaruhi karbon dioksida dan oksigen pada paru-paru dan darah kita. Karbon dioksida diperlukan untuk mengatur kisaran PH yang sehat dari darah dan mempengaruhi oksigen yang didistribusikan ke otak dan jaringan. Tanpa karbon dioksida kita juga kesulitan mendapatkan oksigen. Jadi, saat kita bernapas dengan mulut sama saja merampas oksigen yang diperlukan tubuh.

Bernapas dengan mulut menimbulkan alergi, pembesaran amandel maupun kelenjar gondok, penyumbatan pada hidung atau sinus, infeksi pernapasan. Apalagi melakukan pernapasan mulut pada malam hari bisa memperparah gangguan tidursleep apnea. Saat bernapas dengan mulut otomatis akan mengeringkan rongga mulut yang menyebabkan bau mulut, penyakit gusi hingga kerusakan gigi.

Bernapas melalui mulut memang nggak dilarang bahkan tidak berbahaya. Namun, lekaslah memperbaiki pola pernapasan dengan kembali bernapas melalui hidung. Jika sebelumnya terdapat penyakit pernapasan kronis akan memperparah penyakit seperti infeksi paru-paru.

Sementara, kalau bernapas melalui hidung, udara akan melewati selaput lendir dan sinus. Sesudahnya, akan menghasilkan oksida nitrat yang membantu fungsi otot polos tubuh pada jantung dan pembuluh darah. 

Tinggalkan komentar

    Berita Terkait