Situsehat - Hidup kita sulit lepas dari garam karena memberikan rasa pada setiap makanan. Kurang asin aja rasa makanan jadi kurang mantap. Tambahan garam pada masakan bisa menggugah selera makan. Ibu-ibu biasanya pakai garam apa nih? Ada berbagai jenis garam yang dipakai untuk memasak entah garam dapur, garam meja, atau garam laut (sea salt). Sea salt disebut-sebut lebih sehat ketimbang garam jenis lainnya. Benarkah demikian?
Garam laut (sea salt) dipanen dari laut, yakni melalui penguapan air laut. Beruntung Indonesia memiliki pantai yang bisa dimanfaatkan untuk produksi garam laut. Tekturnya memang lebih kasar dan berukuran besar. Garam laut mengandung natrium klorida alami namun mengandung sedikit mineral seperti kalium, zat besi dan seng. Namun, jumlah mineral ini bergantung lokasi panen dan pengolahan garamnya.
Garam laut yang diklaim lebih sehat karena lebih alami tetapi kenyataannya bisa kotor tergantung asal air laut yang digunakan. Garam laut murni laut dibuat di laut sehingga bisa tercemar dengan bahan logam seperti timbal akibat pencemaran laut.
Makin gelap warna garam laut maka makin tinggi pula kandungan kotoran yang bercampur. Jenis air laut mempengaruhi mineral serta komponen yang terdapat dalam garam laut. Mineral air lautlah yang memberi warna dan rasa pada garam laut sekaligus menentukan tekstur hingga tingkat kekasaran garam.
Soal rasa, garam laut punya rasa asin yang lebih kuat ketimbang garam meja. Keuntungannya, kamu cukup menambahkan sedikit garam laut dibandingkan dengan garam meja. Sayangnya, dari segi warna memang garam laut memiliki warna yang lebih kusam daripada garam meja yang terlihat bersih. Lagi pula, garam meja hampir seluruhnya mengandung natrium klorida murni hampir 97 persen atau lebih tinggi daripada garam laut.
Kegunaan garam memang menambah rasa pada masakan, yakni asin. Penggunaan garam nggak cuma sekedar untuk mendapatkan rasa asin tetapi juga mineral dan yodiumnya. Garam meja mengandung yodium lebih tinggi daripada garam laut. Sehingga kalau ingin mendapatkan manfaatnya, pilihlah garam yang mengandung yodium karena mineral ini diperlukan tubuh. Jika sudah terbiasa menggunakan garam laut, pilihlah yang memiliki kandungan yodium.
Perhatikan pula asupan garam harianmu, baik garam meja maupun sea saltadalah sumber sodium klorida. Jika berlebihan mengonsumsinya akan menimbulkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Pasalnya, kadar sodium dalam darah bisa meningkat sehingga tubuh kita akan menahan air keluar dari sel-sel tubuh. Hal itu mengakibatkan kenaikan tekanan darah pada tubuh.
Tinggalkan komentar