Situsehat - Protein memiliki peran penting bagi tubuh terutama untuk pertumbuhan anak-anak. Protein berfungsi untuk membangun otot dan jaringan tubuh. Namun, tubuh nggak mampu menyimpannya dalam jangka waktu lama. Setiap hari kita membutuhkan protein baik protein hewani maupun nabati.
Saat anak-anak bisa menikmati MPASI (makanan pendamping air susu ibu) memang sudah mulai diberi asupan protein. Di awal kehidupannya, si kecil membutuhkan protein untuk membentuk jaringan dan otot tubuhnya. Orang tua berperan memberikan makanan berprotein bagi anak-anak. Protein ini tersimpan dalam susu, ikan, daging merah, daging ayam, kacang-kacangan, sayur serta buah. Gimana nih kalau tubuh kekurangan protein?
Marasmus
Masih asing di antara kita mendengar marasmus. Inilah salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada anak-anak akibat kekurangan protein. Si kecil akan kehilangan lemak serta otot tubuhnya. Sehingga, berat badannya menurun, kulitnya kering, tubuh lemas, dan rentan sakit. Ia pun tak bisa bertumbuh seperti anak-anak normal lainnya. Di negara berkembang termasuk Indonesia, kekurangan pangan jadi biang keroknya.
Stunting
Pemerintah tengah menggalakkan pemberantasan stunting (kekerdilan). bayi atau anak-anak mengalami hambatan pertumbuhan tubuhnya. Anak memiliki tinggi badan di bawah rata-rata teman seusianya atau bertumbuh pendek. Stunting diasosiasikan dengan Kekurangan protein dan nutrisi yang terjadi secara kronis, inilah yang membuat kolagen tak cukup menjalankan tugasnya menjaga massa otot serta pertumbuhan tulang.
Hipoproteinemia
Anak-anak yang kekurangan protein akan mengalami hipoproteinemia. Tingkat protein dalam rendah sangat rendah. Hipoproteinemia tidak hanya dikarenakan kurang mengonsumsi makanan berprotein tetapi ada juga yang mengalami penyakit hati, ginjal, celiac, dan radang usus. Tanda-tandanya tak jauh beda dengan marasmus. Si kecil terlihat lesu, lemas, kerap pusing, rambut tipis banyak yang rontok dan gampang sakit.
Kebutuhan protein tiap orang memang bervariasi bergantung dari aktivitasnya. Namun, untuk mencegah kekurangan protein, mulai dari balita sudah dibiasakan menyantap makanan tinggi protein. Kebutuhan protein sekitar 0,8 gram untuk setiap 1 kilogram berat badan. Utamakan mengonsumsi protein hewani seperti ikan, susu, daging merah. Protein nabati juga bisa didapatkan dari kedelai, gandum, dan kacang-kacangan.
Orang tua, terutama ibu juga memberikan kebutuhan nutrisi anak lewat ASI eksklusif. ASI juga berperan penting untuk pertumbuhan anak sejak dilahirkan serta memperkuat daya tahan tubuh si kecil.
Tinggalkan komentar