Anti Hoax

Sakit Radang Tenggorokan, Perlukah ke Dokter atau Cukup Diatasi Sendiri?

Situsehat.com - Siapa yang belum pernah mengalami sakit radang tenggorokan (faringitis)? Sakit tenggorokan ini terjadi karena adanya peradangan di belakang tenggorokan. Dalam dunia medis disebut faring. Umumnya, di Indonesia itu disebut panas dalam. Radang tenggorokan memang rasanya tidak nyaman karena terasa sakit, panas, bahkan sulit untuk makan. 

Radang tenggorokan ini bisa terjadi pada siapa saja. Baik anak-anak maupun orang dewasa. Radang tenggorokan jadi salah satu kode bahwa tubuh perlu istirahat. Pasalnya, sistem imun tubuh kita memang melemah jadi nggak bisa maksimal melawan virus atau bakteri. Namun, orang tua cenderung menyalahkan anak-anaknya karena asal-asalan jajan. Misalnya karena jajan makanan yang pedas, terlalu panas, atau malah minum es. Padahal, radang tenggorokan ini disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus. Virus penyebab batuk dan pilek juga akan memengaruhi tenggorokan. 

Selain bakteri atau virus, radang tenggorokan juga disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya alergi terhadap makanan atau minuman. Alergi ini juga bisa disebabkan oleh debu, bulu hewan, jamur, maupun serbuk-serbuk. Tenggorokan bisa sakit karena melawan paparan alergen tersebut. 

Radang tenggorokan juga bisa disebabkan karena kamu sering berteriak-teriak. Suka ngomong keras nggak? Berteriak atau berbicara keras dalam waktu lama tanpa istirahat bisa membuat otot di tenggorokan menegang. Kadang sampai suara serak bahkan ada yang sampai ‘kehilangan suara’ selama beberapa hari. 

Radang tenggorokan memang akan sembuh dengan sendirinya tanpa harus mengonsumsi obat-obatan. Paling hanya akan meminum lebih banyak air putih biar lekas pulih. Hal inilah yang membuat kita enggan untuk periksa. Radang tenggorokan dianggap sakit yang wajar dan sepele. Kalau sakit radang tenggorokan disertai demam tak kunjung sembuh lebih dari sepekan memang dianjurkan untuk segera periksa ke dokter.

Obat radang tenggorokan juga diperlukan berupa analgesik atau obat-obatan pereda sakit, seperti paracetamol, umumnya disarankan untuk menangani sakit tenggorokan apalagi disertai demam. Demi meredakan radang tenggorokan kita perlu mengonsumsi makanan yang lebih lunak dan minum air putih hangat. Minuman yang terlalu dingin atau panas hanya akan memperparah iritasi pada tenggorokan. Hindari menghirup atau menghisap asap rokok. Meski bisa ditangani sendiri seperti minum banyak air putih, istirahat yang cukup, dan asupan gizi yang baik jika terasa mengganggu segeralah periksa ke dokter.

Yang perlu diperhatikan adalah radang tenggorokan disertai dengan demam, batuk berkepanjangan lebih dari 2 minggu tanpa ada perbaikan. Segerakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Pastikan tidak menggunakan antibiotik di luar pengawasan dari dokter. 

Tinggalkan komentar

    Berita Terkait