Anti Hoax

Benarkah Penyakit Kebal Antibiotik (AMR) Bisa Ditularkan Melalui Bahan Pangan?

Situsehat.com - Saat kita enggan menghabiskan obat antibiotik yang diresepkan dokter maka tubuh bisa kebal antibiotik. Mungkin saja pernah mendengar hal itu dari orangtua kita kan? Antibiotik sudah tidak asing di telinga kita. Bahkan, di antara kita ada yang sering mengkonsumsinya karena sedang sakit. Akan tetapi, di tahun yang baru ini makin mengkhawatirkan kemungkinan berkembangnya antimicrobial resistance (AMR) atau resistensi antimikroba dan bisa menyebar ke seluruh penjuru dunia. Masalah AMR nggak cuma jadi masalah di Indonesia tetapi termasuk di negara-negara maju.

Fyi, bakteri dalam tubuh kita resisten terhadap obat karena masyarakat yang asal-asalan mengonsumsi antibiotik yang tak diperlukan. Kadang juga ada tim kesehatan yang ‘memaksakan’ memberi antibiotik. Misalnya, penyakit yang nggak perlu antibiotik seperti batuk, diare, pilek. Perlu kamu tahu bahwa penyakit akibat virus nggak perlu disembuhkan dengan antibiotik. 

Benarkah, AMR bisa ditularkan lewat bahan pangan? Hal ini sangat memungkinkan karena bahan pangan di muka bumi ini kita juga yang mengkonsumsinya. Bahan pangan ini nggak cuma tumbuhan, buah, tetapi juga daging baik peternakan maupun dari lautan. Teknologi peternakan baik tradisional maupun komersial mengakibatkan penggunaan antimicrobial makin meluas sebagai salah satu cara meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan hewan. 

Antimikroba ini punya manfaat untuk melindungi kesehatan manusia maupun hewan. Meski begitu, antibiotik juga menjadi ‘pisau bermata dua’, kalau digunakan secara nggak bijak justru menjadi pemicu munculnya bakteri yang kebal pada antibiotik. Antimircobial untuk pencegahan penyakit, pengobatan infeksi, maupun dangrowth promotion pada hewan. Apalagi hewan-hewan yang dapat dikonsumsi oleh kita. 

Terjadinya penyebaran bakteri AMR adalah saat manusia mengkonsumsinya. Bahan-bahan ini tidak diolah dengan benar sehingga masih tertinggal bakteri. Misalnya, bahan pangan yang berasal dari hewan tak dicuci sampai bersih. Ketika diolah menjadi makanan masih kurang matang. AMR jadi ancaman bagi kehidupan kita jika tidak disikapi dengan cara yang sehat. 

Kementerian Kesehatan RI menegaskan perlu kesadaran dan kepedulian serta upaya pengendalian bersama dari tenaga kesehatan hewan, fasilitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat, industri farmasi, hingga masyarakat. Dokter hewan punya peran penting bertindak agar AMR tak makin meluas mengingat masyarakat juga bergantung pada bahan pangan berasal dari hewan.

Tinggalkan komentar

    Berita Terkait