Mitos/ Fakta

7 Mitos dan Fakta Seputar Micin yang Harus Kamu Tahu!

Situsehat.com - Belakangan heboh kelakuan kids zaman now yang apa-apa disangkutpautkan dengan micin. Micin yang kita tahu adalah penyedap makanan atau Monosodium Glutamat (MSG). Emang bener kalau anak jaman sekarang sudah bereinkarnasi menjadi generasi micin yang tulalit? Yuk baca baik baik-baik soal mitos dan fakta tentang micin yang selama ini dianggap sebelah mata.

1. Micin bikin bego dan merusak jaringan otak

Kadar glutamat berlebih (banget) di otak memang dapat menyebabkan kerusakan pada otak. Tahun 1960, peneliti dari Washington University menemukan bahwa MSG dengan dosis sekitar 4 gram/kg berat badan memiliki efek merusak jaringan otak tikus baru lahir (umur 2 sampai 9 hari). Tapi ternyata hasil ini dianggap tidak valid untuk membuktikan MSG itu berbahaya.

Tahun 1970, Bazzano, D’Elia dan Olson melakukan penelitian pada 11 relawan dewasa. Setiap orang diberikan asupan glutamat sampai dengan 100 gram per hari selama 42 hari. Setiap harinya, para peneliti mengawasi status kesehatan para relawan dan ngeliat efek glutamat yang diberikan ke sistem syaraf. Sampai hari ke-42, tidak ditemukan bukti bahwa MSG dapat mengubah struktur maupun fungsi sistem saraf para relawan tersebut.

2. Tubuh memerlukan asupan msg dalam jumlah tertentu

Siapa bilang MSG itu nggak boleh ditambahkan saat memasak? Ternyata, MSG mengandung sodium dan asam amino glutamat. Sodium berguna dalam pengaturan asam basa tubuh bersama potasium, mendukung kerja kontraksi otot, pengendalian air dan tekanan darah, sistem saraf, serta penyerapan gula. Tapi perlu diingat, penggunaan garam atau sodium tidak boleh berlebihan karena berisiko memicu hipertensi.

Asam amino glutamat adalah asam amino non esensial, yang berarti bisa dibuat sendiri oleh tubuh tanpa harus dimasukkan dari luar tubuh (misalnya dari makanan). Bagi tubuh manusia, glutamat berperan penting dalam berbagai proses metabolisme. Glutamat berperan sebagai building block dari protein atau bisa dibilang bahan baku pembentukan protein.

Protein berfungsi sebagai bahan pembangun tubuh, membentuk sel baru, mengganti sel-sel yang rusak, dan sebagainya. Jadi, glutamat itu emang penting buat manusia. Glutamat terdapat secara alami di hampir seluruh makanan yang kita makan, mulai dari ikan, daging, susu, sayur, hingga buah-buahan.

Jadi tanpa konsumsi MSG pun, kita sudah mampu memenuhi kebutuhan sodium dan glutamat dalam tubuh. FDA (Food and Drug Administration) menyatakan bahwa kadar maksimum MSG yang bisa dikonsumsi setiap hari dan aman adalah 30 mg per kilogram berat badan. Misal berat badan kamu 50 kg, kadar maksimum MSG harian kamu 1,5 gram. Setara makan bakso tiga mangkok!

3. Rata-rata konsumsi MSG orang Indonesia tertinggi di dunia

Orang Amerika dan Eropa rata-rata mengonsumsi sekitar 11 gram glutamat alami dan 1 gram glutamat dari MSG per harinya. Untuk negara-negara Asia, jumlah konsumsi glutamat dari MSG jauh lebih tinggi, yaitu sekirar 3-4 gram per hari.

Kenapa konsumsi MSG orang Asia jauh lebih tinggi? Bahan dan bumbu makanan orang Asia seperti soy sauce, kecap ikan atau kecap wijen emang lebih banyak mengandung glutamat alami sehingga orang Asia udah terbiasa dengan konsumsi glutamat sejak kecil. Efeknya, toleransi tubuh orang Asia terhadap glutamat relatif jadi lebih tinggi dari orang Eropa pada umumnya. Makanya konsumsi MSG orang Asia lebih tinggi.

Orang Indonesia rata-rata mengonsumsi 0.65 gram per hari. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan Singapura (4.4 gram per hari), Hongkong (3.5 gram per hari), Taiwan (5 gram per hari) dan Jepang (2.1 gram per hari).

4. Tidak mengonsumsi MSG sama sekali bisa meningkatkan kesehatan tubuh

Ada yang bilang kalau masak nggak usah pakai micin biar sehat. Belum ada penelitian yang menyatakan demikian. Tidak mengonsumsi MSG paling tidak membatasi kita agar tidak melebihi kadar MSG yang aman untuk tubuh. Kalau nggak kepepet banget, nggak perlu deh nambah micin ke masakan kita.

5. MSG bisa menjadi pengganti garam bagi penderita hipertensi dan diabetes

Justru konsumsi MSG dalam jumlah besar berbahaya bagi pasien hipertensi. Sodium dalam MSG dapat meningkatkan tekanan darah. Terlebih pada pasien diabetes karena pasien diabetes memiliki risiko tinggi terhadap hipertensi.

6. Micin (MSG) penyebab kanker

MSG disebut-sebut sebagai salah satu penyebab kanker pada manusia. Sayang, cap negatif itu juga belum diketahui kebenarannya. Sebab, belum ada penelitian yang menyatakan demikian.

Hal itu bisa terjadi apabila seseorang sudah terkena kanker, maka glutamat akan turut menggiatkan pertumbuhan sel kanker. Mengapa demikian? Glutamat adalah salah satu asam amino yang penting untuk proses metabolisme dan pertumbuhan sel.

7. Menghentikan kebiasaan mengonsumsi micin (MSG) sama susahnya dengan berhenti merokok

MSG bekerja dengan memperkuat rasa alami dari berbagai makanan, seperti daging, ikan, sayur, dll. Ketika suatu makanan ditambahkan dengan MSG, maka rasa bahan makanan tersebut akan lebih kuat dan lebih nikmat. Sensasi rasa yang lebih kuat tersebut membuat sebagian orang merasa tidak enak kalo makan tanpa menggunakan MSG. Padahal, soal rasa makanan bisa kita olah sedemikian rupa menjadi nikmat walaupun tanpa MSG, tergantung kokinya saja.

Maka kamu nggak perlu lagi ragu-ragu untuk mengonsumsi atau menambahkan micin saat memasak. Yang penting kamu harus tetap membatasi konsumsinya agar tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari.

Foto: bigstockphoto.com

Tinggalkan komentar

    Berita Terkait