Harus Tahu

Bahaya Paparan Asap Rokok pada Bayi dan Balita

Situsehat - Dengar rokok saja sudah berbahaya apalagi jika asap rokok sampai terhirup oleh bayi maupun balita. Ibu dan ayah, sebaiknya hindari bayi dari paparan asap rokok sekarang juga. Apalagi ibu hamil juga rentan terhadap gangguan kesehatan saat terpapar asap rokok terus menerus bahkan dalam jangka waktu lama. 

Kenapa begitu membahayakan? Rokok mengandung bahan kimia yang beracun di dalamnya, ada nikotin, karbon monoksida, dan zat pemicu kanker yang dikenal sebagai karsinogen. Asap yang dikeluarkan pun mengandung bahan-bahan kimia yang menimbulkan ancaman kesehatan. 

Sayangnya, enggak sedikit orang tua di Indonesia yang dengan santuy-nya menghisap rokok dan menghembuskannya di samping anak-istrinya. Nggak ada rasa bersalah sedikit pun, rokok terus dihisap dan asapnya kemana-mana. Anak-anak pun setiap hari terpaksa menghirup asap rokok. Meski terlihat baik-baik saja tetapi penyakit mengintai nyawa mereka. 

Perlu kamu tahu, asap rokok begitu berbahaya karena mengandung hingga 4000 zat kimia. 50 di antaranya merupakan zat yang telah tervalidasi mampu menyebabkan kanker. Sehingga setiap anak yang bernapas pada udara yang mengandung asap rokok otomatis terpapar bahan-bahan kimia berbahaya itu. 

Sebagai perokok pasif yang enggak tahu itu kalau udara sudah tercemar, dampaknya akan lebih para pada anak-anak. Di dalam rumahnya sendiri pun malah kesulitan mendapatkan udara bersih karena udara bercampur dengan asap rokok. Ada bahaya paparan asap rokok bagi anak-anak dalam jangka pendek akan mudah mengalami batuk pilek dengan penyembuhan lebih lama, iritasi mata dan infeksi telinga, masalah pernapasan seperti bronkitis, kekambuhan asma dan radang paru-paru (pneumonia). Bahkan pada bayi, berisiko tinggi kematian mendadak (sudden infant death syndrome). 

Asap rokok dapat menimbulkan gejala lain, seperti hidung tersumbat, sakit kepala, radang tenggorokan, dan suara serak. Apalagi anak-anak dengan asma memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap paparan asap rokok. Hal ini menimbulkan kekambuhan terjadi serangan asma.

Apabila anak-anak mengalami gejala yang disebabkan oleh asap rokok seperti iritasi, sesak napas, bibir dan kulit membiru segeralah periksa ke rumah sakit. Apalagi kebiasaan merokok bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti kerusakan gigi, jantung dan paru-paru. Jangan biarkan anak-anak menghirup asap rokok dan sebisa mungkin sterilkan lingkungan rumah dari asap rokok.

Tinggalkan komentar

    Berita Terkait