Harus Tahu

Indonesia Darurat Kabut Asap, Ini Dampak yang Dirasakan Penghirupnya

Situsehat - Kabut asap berulang kali menyelimuti beberapa daerah di Indonesia. Kabut asap ini akibat dari kebakaran hutan dan lahan. Saking luasnya lahan yang terbakar dan minimnya upaya pemadaman membuat asap kian mengepul. Darurat kabut asap dirasakan oleh warga Riau bahkan menjalar sampai Sumatera, Kalimantan, hingga Malaysia dan Singapura. 

Warga pun kesulitan mendapatkan oksigen bahkan dihantui berbagai penyakit. Bukan hanya asap yang tidak sehat untuk dihirup melainkan sudah pada level berbahaya. Manusia dipaksa mencium dan menghirup partikel debu hasil kebakaran hutan atau lahan. Tak hanya mebuat sesak dada tetapi pedih di mata dan gatal-gatal di kulit. 

Alat penutup hidung dan masker pun harus dipakai ketika beraktivitas di luar. Para pelajar, pekerja, dan warga yang ingin beraktivitas di luar rumah diterpa partikel halus dari kabut asap yang menyelimuti daerah. Berbagai pihak tentu saja merasa sangat dirugikan karena untuk bernapas saja mereka menderita. Siapa pun pasti tersiksa jika lingkungannya tercemar polusi udara. Apa saja dampak yang ditimbulkan pada kesehatan?

Batuk

Saking sering dan lamanya terpapar kabut asap, orang-orang mulai batuk-batuk. Inilah salah satu reaksi tenggorokan akibat alergi pada suatu benda asing yang masuk ke tubuh. Kadar ozon makin tinggi akan menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan. Awalnya, pada area hidung dan tenggorokan. Gejala awalnya, batuk dan perih pada tenggorokan. 

Meningkatnya gejala asma

Kerugian kedua, kabut asap pada level yang tak sehat dihirup lama kelamaan akan memicu penyakit asma atau memperparah asma. Campuran gas, partikel debu, maupun zat kimia akibat kebakaran bisa membuat kita jadi sulit bernapas hingga sesak napas. Paparan polusi udara serta kabut asap yang tak bisa dihindari bakal memperburuk gejala asma. Penderita asma bisa mengalami serangan asma akut. 

Kerusakan paru-paru

Kesulitan bernapas adalah awal mulanya gejala atau tanda paru-parumu mengalami masalah. Sesak napas itu bisa juga disertai nyeri pada dada. Jika terus menerus menghirup udara bercampur debu dan zat kimia berbahaya bisa menimbulkan penyakit kronis seperti kanker paru-paru, pneumonia, TBC.

Papaaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan tentunya menurunkan kualitas udara di lingkungan. Kena asap knalpot saja sudah sering menggerutu, bagaimana dengan saudara-saudara kita yang tiap hari harus tinggal di antara kabut asap? Jika hendak bepergian, gunakanlah masker dan upayakan membawa selalu membawa sapu tangan bersih untuk menutup hidung dan mulut. Gunakan pula pakaian lengan panjang, topi, serta kaca mata untuk mengurangi paparan asap yang menempel di badan.

Tinggalkan komentar

    Berita Terkait