Situsehat - Salah satu pertahanan ular biar nggak terancam atau terganggu adalah menggigit. Sudah ada berbagai kasus kematian di Indonesia akibat gigitan ular berbisa. Penanganan gigitan ular berbisa memang harus dilakukan secepat mungkin. Biasanya, saat terkena gigitan ular berbisa memang cenderung panik.
Sebelumnya, kamu perlu tahu dulu ciri-ciri ular berbisa antara lain bentuk kepala segi empat panjang, gigi taringnya kecil, bekas gigitan atau lukanya berbentuk lengkungan. Jenis-jenis ular berbisa yang umumnya ada di Indonesia seperti ular kobra, ular tanah, ular pohon, ular laut, ular sendok.
Gigitan ular berbisa itu sebuah darurat medis karena akan menyebabkan syok hingga kematian. Sehingga penanganan yang cepat dan tepat bisa menurunkan angka kematian orang yang digigit ular berbisa. Bagaimana pertolongan pertama menangani gigitan ular berbisa?
Bila nasib tragis menimpamu, yaitu digigit ular berbisa usahakanlah tetap tenang. Beristirahatlah dan kurangi gerakan terutama di area yang digigit ular. Pastikan dan upayakan tempat gigitan lebih rendah dari posisi tubuh. Segera bersihkan luka gigitan dengan kapas atau kain bersih tetapi tak perlu dibilas. Tutup luka gigitan ular berbisa dengan kain kering yang bersih.
Biasanya setelah terjadi luka gigitan ada area tubuh yang membengkak, lepaskan cicin atau jam tangan agar tidak memperparah anggota tubuh yang bengkak. Segeralah mencari pertolongan medis. Jatuhnya korban akibat gigitan ular berbisa terjadi karena umumnya orang melakukan penanganan dengan cara yang salah. Menyedot bisa ular dari luka gigitan, atau menyayat kulit supaya bisa ular keluar bersama darah adalah cara yang sia-sia.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) hanya merekomendasikan tekni imobilisasi sebagai pertolongan pertama pada orang yang digigit ular berbisa. Sebenarnya, penanganan atau pertolongan pertama pada korban yang digigit ular berbisa adalah imobilisasi. Imobilisasi dilakukan dengan cara mencegah bagian tubuh yang tergigit ular. Bagian yang tergigit dibuat tidak bisa bergerak. Tujuan imobilisasi itu adalah menunda racun menjalar ke seluruh tubuh termasuk sampai ke organ vital.
Sebagai contoh, jika tangan yang tergigit ular berbisa, ganjal tangan dengan jepitan dua balok dari ketiak sampai ujung tangan. Tidak perlu diikat kencang karena bukan untuk menghambat aliran darah melainkan biar tangan nggak banyak gerak. Bisa ular itu mengalir lewat kelenjar getah bening bukan pembuluh darah. Saat gerak tubuh terbatas maka kelenjar getah bening tidak akan mengalirkan bisa ular ke seluruh tubuh. Sebaliknya, jika otot-otot tubuh bergerak maka kelenjar getah bening akan mengalirkan bisa.
Seringkali terjadi, orang yang habis kena gigitan ular berbisa malah bergerak atau berlari-lari karena panik. Jika terus bergerak racun bisa lebih cepat menjalar ke tubuh. Sembari melakukan penanganan kamu bisa minta tolong rekan atau keluarga untuk menghubungi ambulance atau tim medis.
Tinggalkan komentar