Harus Tahu

Stop Baby Shaming

Situsehat - Zaman sekarang makin banyak aja suka nyinyir termasuk si bayi yang belum ngerti apa-apa. Pengalaman tak mengenakkan tentang baby shaming ini santer di media sosial terutama di kalangan artis. Netizen maha benar selalu memberikan kritikan terhadap para artis, bahkan tak luput anak-anaknya yang baru aja lahir. 

Nggak usah jauh-jauh deh, baby shaming bisa juga terjadi di antara kita. Ada temen dateng untuk menjenguk bayi atau kita lagi bawa anak dan ketemu temen-temen. Wah, nggak cuma bergosip ria tapi termasuk suka asal ngomong tentang bayi. Secara nggak langsung ngejek baby yang masih polos. Misalnya gini, “eh kok bayinya kurus”, “kok kulitnya gelap”, “rambutnya tipis ya”, “hidungnya kok pesek” dan lain sebagainya. 

Kedengarannya wajar kan? Tapi celetukan yang kadang niatnya bercanda malah bikin sebel yang denger terutama ibunya. Pengalaman tidak mengenakkan ini sering juga kita rasakan. Namun, bisa jadi kita secara nggak sadar juga melakukan baby shaming ke anak lain. Setiap orang pasti nggak suka dong kalau anaknya diejek, kadang bikin emosi. Kalau nggak mau juga anak kita mendapatkan baby shaming dari orang lain, kita pun harus menghindari memberikan komentar negatif. Sebaiknya mulai sekarang kita berhati-hati memberikan komentar negatif tentang fisik anak kecil. 

Komentar negatif ini nggak cuma melukai si anak tapi juga yang nggak terima malah orang tuanya. Komentar fisik bayi bisa melukai hati sang ibu dan kadang memicu depresi pada ibu. Ibu yang belum lama melahirkan bisa mengalami baby blues dan postpartum depression. Perlakuan baby shaming pada seorang anak apalagi masih bayi bisa jadi bikin orang tuanya nggak bisa tinggal diam begitu saja. Orang tua mana sih yang senang kalau anaknya mendapat perlakuan tak menyenangkan meski berupa kata-kata?

Sudahlah, kita nggak pernah bisa 'request' bentuk tubuh pada Tuhan. Mau lahir dengan rambut tebel atau tipis, hidung mancung atau pesek, kurus atau gemuk, disyukuri saja bisa lahir dengan sehat dan fisik lengkap. Nggak bijak kalau bentuk tubuh jadi bahan nyinyiran. Kalau baby shaming dan body shaming terus dibiarkan lama kelamaan bisa merujuk pada bullyingatau perundungan. 

Tinggalkan komentar

    Berita Terkait