Situsehat.com - “Lagi masuk angin nih, minta tolong dikerokin dong!”
Berasa masuk angin dikit minta kerokan, dikit-dikit kerokan. Kerokan bagi "rakyat jelata" dan masyarakat Indonesia pada umumnya dipercaya sebagai cara ampuh untuk mengusir masuk angin. Ya, istilah kerokan sendiri sudah akrab di telinga masyarakat.
Bahkan enggak memandang usia, siapa aja kadang lebih milih kerokan daripada minum obat. Sampai ada yang merasa belum sembuh bener kalau belum kerokan. Kerokan dipercaya sebagai terapi tradisional untuk mengusir masuk angin. Ah emang tubuh benar kemasukan angin?
Kehujanan, kena AC, terlalu sering kena angin malam memang jadi biang kerok enggak enak badan, menggigil dan akhirnya orang menyebutnya “masuk angin”. Eitss tapi itu bukan karena anginnya masuk ke dalam tubuhmu. Udara dingin yang mengenai tubuh, membuat pembuluh darah di kulit menyempit sehingga otot-otot kekurangan oksigen. Kalau kamu merasa nyeri dan rasanya sakit untuk bergerak, itu tandanya situ enggak sehat. Itulah gejala masuk angin.
Sementara, kerokan adalah aktivitas menggores permukaan kulit punggung berulangkali sampai muncul ruam merah. Alat bantunya adalah uang logam atau pakai bawang merah. Biar enggak lecet sih dikasih minyak gosok atau lotion. Gerakan kerokan yang dipercaya mengusir angin keluar tubuh itu sebenarnya memperlebar pembuluh darah di permukaan kulit yang menyempit karena angin.
Masyarakat menganggap gesekan koin itu membuat suhu tubuh jadi panas. Ketika suhu tubuh panas maka akan memperlebar pembuluh darah dan aliran darah kembali lancar. Ketika peredaran darah lancar maka bisa meredakan nyeri tubuh.
Namun, faktanya kerokan ternyata menyebabkan pecahnya dinding pembuluh darah yang sangat kecil di dekat permukaan kulit, hasilnya sel darah akan masuk ke jaringan kulit dan terlihat kemerahan. Nyeri akibat kerokan menyamarkan nyeri yang sesungguhnya jadi seolah tubuh terasa sembuh.
Gemesnya lagi, warna bekas kerokan itu juga jadi penilaian dan kenyinyiran emak-emak. Permukaan kulit bekas kerokan yang semakin merah, menghitam itu dinilai kalau situ bener-bener sakit. Dalam hati sih berharap jangan ampe merah-merah, tapi ibu-ibu yang suka ngerokin merasa puas dan senang kalau kulit punggung kita merah-merah.
Meski sudah merakyat dan kerokan dipercaya bisa meredakan masuk angin, rupanya belum ada penelitian ilmiahnya. Metode yang sudah ada sejak ratusan tahun dan turun temurun ini belum ada dalam literatur kesehatan. Mulai saat ini hilangkan keyakinan kerokan bisa jadi obat mujarab mengusir cantik masuk angin. Cukuplah istirahat, minum air putih, makan makanan bergizi dan berolahraga.
Tinggalkan komentar